Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome

Jakarta (ANTARA News) – Atlet para-sepeda M. Fadli, dengan “senjata” barunya mampu melaju lebih cepat lima detik dari catatan waktu terbaiknya di nomor 4.000 meter individu pursuit putra balap sepeda track.

Rekor pribadi yang dia torehkan ketika turun di Asian Para Games 2018 yaitu di kisaran 5 menit 3 detik di nomor itu dia perbaiki menjadi 4 menit 58,185 detik ketika turun di track Jakarta International Velodrome pada ajang Asian Track Championshiop 2019 di Jakarta, Kamis.

“Alhamdulillah pada saat ATC ini saya mendapat kemajuan dibandingkan Asian Para Games kemarin…. Saya mempunyai senjata baru yaitu Look R96 yang kastanya jauh dari sepeda terakhir yang saya pakai,” ungkap Fadli di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Berbekal “senjata” baru, M Fadli raih emas dan rekor Asia
  Sepeda balap track Look R96 (lookcycle.com)
Look R96 bukan sembarang sepeda, pasalnya pabrik sepeda balap yang bermarkas di Nevers, Perancis itu menyebut seri R96 sebagai Formula 1-nya Velodrome.

Sepeda dengan rangka terbuat dari serat karbon itu dikembangkan untuk Olimpiade 2016 di Rio. Huruf R adalah kepanjangan dari Rio.

“Sepeda ini didesain untuk menangani tenaga dari para pesepeda trek terkuat di dunia dan membantu mereka mencapai kecepatan yang fenomenal,” jamin Look dalam laman resminya.

Pedal R96, memiliki desain 100 persen HM monoblok karbon, dengan desain aerodinamis dan lengan berongga, yang bisa di pasang baik di sisi kanan atau di sisi kiri frame.  Dengan berat hanya 450 gram, pedal itu memiliki tingkat kekakuan dua kali lebih tinggi daripada pedal sepeda tradisional.

HM adalah kepanjangan dari High Modulus, serat karbon paling mutakhir yang memiliki tingkat kekakuan sangat tinggi, dua kali lebih tinggi dari serat karbon HR, serat karbon yang dibuat dengan proses karbonasi paling pendek.

Oleh karena itu serat HM mampu menyajikan tingkat kekakuan yang lebih tanpa menambah berat.

Sepeda Look dibuat dengan kombinasi berbagai jenis serat karbon, yang paling kuat adalah HM. yang memiliki varian HM 3K dan 1,5K, varian yang terakhir memiliki anyaman yang lebih halus sehingga lebih ringan yaitu 1.500 utas karbon dalam setiap seratnya.

“Dua aspek yang paling berpengaruh di velodrome adalah aerodinamika dan stiffness (tingkat kekakuan,” kata Fadli.

Frame R96 terbuat dari kombinasi serat karbon mutakhir yang menawarkan tingkat kekakuan yang tinggi. “Jadi ketika dikasih power tidak meleot… jadi ini pas banget, tidak ada alasan lagi buat saya untuk tidak membuat kemajuan,” kata Fadli.
  Rangka sepeda balap track Look R96 (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Look R96 menjadi sepeda yang paling sering dipakai pada Olimpiade Rio 2016.  Sepeda itu merupakan pengembangan dari seri sebelumnya yaitu L96 yang dikendarai oleh tim balap sepeda trek Perancis.

Look memangkas berat frame sekitar 150 gram di seri ini, dengan berat total sepeda sekitar 3,5 kg.

“Menurut saya beratnya pas, karena kalau terlalu ringan juga tidak bagus, bisa tidak dapat memomentum ketika balapan,” kata Fadli.

Stang R96 didesain khusus oleh Look untuk balapan trek mengikuti aturan UCI 3:1 dan menggunakan kombinasi serat karbon HM.  Penampang lengan yang gepeng dan memiliki posisi rendah berkontribusi terhadap peningkatan aerodinamika sepeda.

Kerendahan posisi stang memungkinkan lengan bawah pebalap untuk cepat berganti posisi yang menjadikannya krusial untuk mencapai fase power maksimal.

Kemudian track stem, bagian yang menyambungkan stang dan pipa kemudi di frame, memiliki desain berongga yang terbuat dari struktur monoblock karbon.  

Look menggunakan teknologi carbon terkompresi bertekanan tinggi untuk mengoptimalkan kekuatan mekanis tanpa mengorbankan tingkat kekakuan. Dengan sistem baru, sudut kemiringan track stem bisa diatur untuk menyesuaikan postur pebalap.

Bagian garpu sepeda depan, atau yang sering disebut fork, juga tak luput dari desain aerodinamis untuk mencapia koefisien penetrasi udara yang tinggi dan tingkat aerodinamika yang baik.

Look R96 menjadi hadiah bagi Fadli setelah dia meraih medali emas pada Asian Para Games 2018 di Jakarta lalu.

“Lima detik (lebih cepat) dalam waktu dua bulan saya rasa saya cukup senang dengan hasil ini, tapi itu belum cukup karena target saya adalah mendapatkan slot di Paralimpiade Tokyo 2020,” kata Fadli.

Baca juga: M Fadli incar tiket Paralimpiade Tokyo 2020

Namun demikian Fadli masih memiliki banyak pekerjaan rumah walaupun dia mampu memecahkan catatan terbaiknya di tingkat Asia.

“Lap time masih jauh, setidaknya saya masih punya waktu sekitar 1,5 tahun untuk menghadapi Paralimpik. Tapi saya yakin minimal bisa masuk kualifikasi dan bisa masuk di sana walaupun sangat berat,” kata Fadli.

Ke depan, atlet para-sepeda yang tadinya adalah pebalap motor itu akan fokus ke balapan 4.000 m.

“Karena saya mempunyai senjata yang bagus di kelasnya, jadi saya tidak mau menyia-nyiakan ini,” kata Fadli.

Baca juga: Panduan menikmati balap sepeda track di Velodrome

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019